Cara Membangun Personal Branding di Era Digital

Cara Membangun Personal Branding Di Era Digital

Kalau Anda ingin segera raise to the next level, khususnya jika berprofesi sebagai entrepreneur atau profesional, maka Anda harus segera mempelajari cara membangun personal branding.

Alasannya?

Personal branding yang powerful akan membuat orang lain lebih mudah untuk mempercayai Anda.

Apa itu personal branding?

Menurut influencer marketing hub, personal branding adalah image atau citra yang dilihat orang lain tentang diri Anda.

Citra di sini mencakup:

  • Bagaimana orang – orang melihat Anda di kehidupan sehari – hari.
  • Bagaimana media menggambarkan tentang diri Anda (Khusus orang terkenal).
  • Bagaimana kesan atau tanggapan orang – orang tentang diri Anda.

Jadi, personal branding tidak hanya dikhususkan bagi seorang founder, owner, CEO, manager, direktur, atau posisi – posisi pimpinan lainnya di suatu perusahaan.

Karena setiap orang bisa memiliki dan membangun personal brandingnya masing – masing.

Pertanyaan penting berikutnya:

  • Bagaimana cara membangun personal branding?
  • Langkah – langkah apa saja yang harus segera diterapkan?
  • Seperti apa urutannya dan mana yang lebih dahulu harus dikerjakan?

Di artikel kali ini kami akan sharing tentang cara membangun personal branding yang efektif dan efisien, khususnya di era digital seperti sekarang ini.

Let’s check this out!

Cara Membangun Personal Branding Dan Mengoptimalkannya Di Era Digital

Cara Membangun Personal Brand Dengan Efektif

Membangun personal branding tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Karena seperti sudah disinggung di atas, ada beberapa langkah yang harus Anda terapkan secara konsisten.

Berikut ini adalah cara membangun personal branding yang efektif dan efisien di era digital, beserta langkah – langkah konkretnya.

1 – Menentukan Personal Brand

Langkah pertama adalah menentukan personal brand yang ingin Anda bangun.

Sederhananya, Anda ingin dikenal dikenal sebagai apa?

Cara terbaik untuk menentukan personal brand adalah menyesuaikannya dengan skill dan passion yang Anda miliki.

Atau bisa juga dengan pekerjaan yang sedang Anda jalani dan tekuni saat ini.

Contoh:

  • Kalau Anda memiliki skill menulis dengan ciri khas persuasif, Anda bisa membranding diri sebagai copywriter.
  • Kalau Anda memiliki passion di bidang digital marketing, Anda bisa membranding diri sebagai digital marketing consultant.
  • Kalau Anda bekerja sebagai akuntan di suatu perusahaan, Anda juga bisa membranding diri untuk jabatan yang sama.

Sekarang, giliran Anda menentukan siapa diri Anda.

Setelah berhasil menentukannya, ada baiknya untuk mengikuti jejak sukses para expert di bidang tersebut.

Bukan untuk menirunya 100%. Melainkan mempelajari pola suksesnya, dan menerapkannya kepada diri Anda.

2 – Menentukan Audience Persona

Langkah berikutnya adalah menentukan audience persona Anda.

Apa itu audience persona?

  • Audience adalah subjek atau target market Anda.
  • Persona adalah ciri – ciri, karakter, dan kepribadiannya.

Jadi, audience persona adalah ciri – ciri, karakter, dan kepribadian dari target market Anda.

Dengan mengetahui audience persona, Anda bisa mengetahui hal – hal apa saja yang dibutuhkan dan diinginkan oleh target market Anda.

Selain itu yang tidak kalah pentingnya, Anda bisa mengetahui dimana target market Anda biasa berkumpul.

Seperti misalnya media sosial apa yang paling sering mereka gunakan.

Informasi ini tentunya akan memudahkan Anda untuk mengirimkan pesan kepada target market Anda.

3 – Content Planning

Di langkah ke – 3 ini, Anda harus merencanakan dengan baik content seperti apa yang akan disampaikan kepada target market Anda.

Mulai dari jenisnya, jadwal publikasi dan kuantitasnya, hingga media yang digunakan untuk mempublikasikannya.

Contoh:

  • Update status bermanfaat di facebook personal per hari.
  • Mempublikasikan artikel berkualitas di website per 2 – 3 hari.

5 – Menentukan Media Sosial Utama

Keuntungan era digital seperti sekarang ini, semua orang memiliki kesempatan yang sama dalam membangun personal brandingnya masing – masing.

Salah satunya adalah melalui media sosial.

Tapi dari sekian banyaknya media sosial yang ada, Anda harus memilih salah satu saja untuk ditekuni.

Karena kalau menggunakan semuanya, pastinya akan sangat merepotkan, dan kemungkinan besar akan membuat Anda sulit untuk fokus.

Jadi, tentukan media sosial utama Anda.

Tips:

  • Gunakan linkedin kalau target market Anda adalah para profesional.
  • Gunakan youtube kalau mayoritas content Anda berupa video.
  • Gunakan instagram kalau mayoritas content Anda berupa gambar.
  • Gunakan twitter kalau Anda ingin menerbitkan content yang pendek.
  • Gunakan facebook kalau Anda ingin content Anda berpotensi viral.

Sekarang, segera tentukan media sosial utama Anda dan amankan username – nya.

4 – Membuat Website Pribadi Yang Profesional

Anda memang bisa membangun personal branding di media sosial. Tapi kalau ingin serius, Anda harus memiliki website pribadi.

Media sosial memang gratis. Tapi algoritmanya bisa berubah – ubah. Minggu ini postingan Anda mungkin berhasil viral.

Tapi, minggu atau bulan depannya, tidak ada yang tahu.

Sedangkan website pribadi, Anda memang harus mengalokasikan sejumlah budget untuk memilikinya.

Standardnya, biaya jasa pembuatan website profesional di Indonesia berkisar antara Rp 3.500.000 – Rp 6.500.000 untuk tahun pertama.

Di tahun ke – 2 dan seterusnya, Anda cukup membayar biaya perpanjangan sebesar 30 – 40% dari biaya awal.

Tapi keuntungannya, Anda bebas berkreasi di sini. Karena ini adalah “rumah Anda.”

Sekarang, segera buat website pribadi yang profesional, dengan menggunakan nama Anda sebagai domainnya.

6 – Time To Share

Ini adalah bagian paling krusial ketika membangun personal branding.

Karena apa yang Anda sampaikan di depan publik, baik itu di media sosial atau di website pribadi, keduanya bisa membentuk persepsi orang – orang terhadap Anda.

Jadi, jangan sembarang sharing. Tapi fokuslah pada hal – hal yang bermanfaat.

Tips:

  • Fokus berkarya untuk mendapatkan prestasi atau pencapaian penting lainnya.
  • Bagikan tips untuk mendapatkan prestasi dan pencapaian tersebut di website dan media sosial Anda.

Dengan melakukan tips di atas, Anda akan relatif lebih mudah untuk mendapatkan pengakuan dari banyak orang.

Karena orang – orang akan lebih mempercayai apa yang Anda katakan, jika Anda memang sudah melakukan dan membuktikan kebenarannya.

Kalau Anda rutin berbagi hal – hal bermanfaat seperti di atas, sudut pandang orang – orang terhadap Anda akan sama seperti yang Anda harapkan.

Teknis sharing:

  • Publikasikan artikel berkualitas di website pribadi Anda secara rutin. Misalnya 2 – 3 artikel per Minggu.
  • Ambil ringkasan artikel tersebut dan publikasikan di media sosial Anda. Jangan lupa untuk memberikan link menuju website pribadi Anda.
  • Luangkan waktu untuk sharing content di media sosial, tanpa memberikan link menuju website pribadi Anda.

7 – Menerapkan SEO Di Website

SEO (Search Engine Optimization) adalah strategi digital marketing yang efektif dan efisien.

Dengan SEO, Anda bisa mengoptimalkan performa website Anda, agar muncul di halaman 1 hasil pencarian mesin pencari seperti google, secara natural dan organik.

Dalam konteks membangun personal branding, SEO mampu mengupayakan content yang Anda publikasikan di website pribadi Anda, muncul di halaman 1 google.

Hal ini akan membuat website Anda berpotensi di – klik atau dikunjungi banyak orang, khususnya pengguna google.

Karena mayoritas pengguna google lebih cenderung mengunjungi website yang berada di halaman 1.

Semakin banyak content Anda yang berhasil muncul di halaman 1 google, akan semakin banyak juga orang yang berkunjung ke website Anda.

Keuntungannya, kalau contentnya memang berkualitas, website Anda akan semakin dikenal, dan personal brand Anda pun ikut naik.

8 – Membangun Relasi Dan Koneksi

Langkah terakhir yang bisa Anda lakukan untuk membangun personal branding adalah dengan memperbanyak relasi.

Jadi sambil membangun reputasi, jangan lupa untuk memperbanyak relasi. Dari sinilah Anda bisa mendapatkan koneksi yang lebih luas lagi.

Tips:

  • Aktif berdiskusi di media sosial.
  • Mengikuti event dan seminar online.
  • Menjalin hubungan dengan para blogger.
  • Mengupayakan mendapat liputan dari media.

Closing Statement

Setelah menerapkan semua cara membangun personal branding di atas, Anda bisa memonitoring hasilnya secara rutin. Misalnya per 2 – 3 bulan.

Beberapa caranya:

  1. Lihat seberapa banyak tanggapan positif di media sosial Anda.
  2. Lihat apakah ada website atau media online yang meliput Anda.
  3. Lihat apakah Anda mudah ditemukan di mesin pencari google.

Kalau ke – 3 point di atas sudah terpenuhi, selamat. Karena Anda sudah berhasil membangun personal branding di era digital.

Pertahankan dan terus optimalkan.

Tapi kalau ternyata ke – 3 point di atas belum terpenuhi, jangan menyerah, teruslah berusaha.

Karena Anda memang tidak bisa memiliki personal branding yang powerful dalam waktu singkat. Ada serangkaian proses yang harus Anda jalani untuk bisa sampai kesana.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top