Cara Memulai Bisnis Online Dari Nol Hingga Menghasilkan Penjualan

Panduan Cara Memulai Bisnis Online Hingga Menghasilkan Penjualan

Anda ingin segera memiliki bisnis online. Baik itu untuk mendapatkan pemasukan tambahan, maupun dijadikan sebagai sumber penghasilan utama.

Permasalahannya:

  • Anda sama sekali belum memiliki produk
  • Anda bingung ingin memulai dari mana
  • Anda tidak tahu langkah – langkah apa saja yang harus dilakukan

Jangan khawatir. Anda tidak sendirian.

Karena ada banyak orang di luar sana, yang juga sama – sama ingin memiliki bisnis online seperti Anda, tapi bingung harus memulai dari mana.

Untuk itu di artikel kali ini, kami akan sharing tentang bagaimana cara memulai bisnis online dari nol, hingga menghasilkan penjualan.

Dan jika ditekuni dengan fokus dan serius, bisnis online yang Anda kelola ini berpotensi semakin berkembang.

Penasaran?

Langsung saja simak langkah – langkahnya berikut ini.

Cara Memulai Bisnis Online: 8 Langkah Praktis Yang Bisa Anda Terapkan

Cara Memulai Bisnis Online Dari Nol Hingga Menghasilkan

1 – Menentukan Target Market

 Jangan buru – buru memulai bisnis online, sebelum Anda bisa menentukan siapa target market yang Anda bidik.

Alasannya?

Kalau Anda sudah mengetahui siapa target market Anda, akan lebih mudah untuk mengetahui apa kebutuhannya.

Dari sinilah Anda bisa menyediakan produk atau jasa tertentu, yang mampu memenuhi kebutuhan target market tersebut.

Alasan memprioritaskan target market ketimbang produk juga pernah dikemukakan oleh Seth Godin, author dan entrepreneur ternama asal Amerika Serikat.

INTINYA, dalam konteks bisnis, Seth Godin menyarankan untuk:

  1. Menentukan target market terlebih dahulu
  2. Mencari tahu apa kebutuhan target market tersebut
  3. Menyediakan produk yang bisa memenuhi kebutuhan target market

Dengan menggunakan pendekatan seperti di atas, produk yang Anda tawarkan akan lebih mudah terjual. Karena memang sudah ada permintaannya.

Berikut ini adalah contoh sederhana dari target market:

  • Ibu rumah tangga (Full time)
  • Sudah memiliki anak
  • Berusia 27 – 35 tahun (Ibu Muda)
  • Lulusan perguruan tinggi (Sarjana)
  • Tinggal di kota besar di Indonesia
  • Suka mencari informasi di mesin pencari google
  • Familiar dengan belanja online
  • Family oriented
  • Dan lain – lain

Dari data target market di atas, Anda bisa melihat bahwa target market yang dibidik adalah ibu – ibu yang sangat peduli pada keluarganya.

Nah, menurut Anda, produk apa saja yang kira – kira dibutuhkan oleh ibu – ibu tersebut?

Kalau menurut kami, ibu – ibu di atas tidak hanya mencari produk untuk dirinya sendiri, melainkan juga untuk suami dan anak – anaknya.

Tugas Anda:

  1. Tentukan siapa target market Anda. Silahkan lihat contoh di – atas.
  2. Cari tahu apa saja kebutuhannya. Pikirkan secara perlahan dan fokus.
  3. Cari produk yang bisa memenuhi kebutuhannya. Anda bisa mendapatkan berbagai macam ide terkait hal ini di marketplace dan media sosial.

2 – Menentukan Jenis Produk Dan Jasa Yang Ingin Dijual 

Setelah Anda mengetahui siapa target market dan kebutuhannya, langkah berikutnya adalah menentukan jenis produk dan jasa yang akan dijual.

Secara umum, produk dan jasa ini terbagi menjadi 2, yakni:

  1. Produk fisik dan digital
  2. Jasa fisik dan digital

Contoh produk fisik:

  • Daster untuk ibu – ibu
  • Pakaian rumahan anak – anak
  • Catering untuk keluarga

Contoh produk digital

  • Modul pembelajaran CPNS dalam bentuk PDF
  • Modul pembelajaran bisnis dalam bentuk video
  • Kursus online dalam bentuk PDF, audio, dan video

Contoh jasa fisik

  • Jasa laundry pakaian
  • Service barang elektronik
  • Bengkel motor dan mobil

Contoh jasa digital

  • Jasa penulisan artikel
  • Jasa pembuatan website
  • Jasa digital marketing

Catatan penting:

Untuk produk dan jasa berbentuk fisik, keduanya sama – sama bisa dikonversikan ke online. Khususnya dalam hal pemesanan.

Sekarang, coba lihat kembali apa kebutuhan target market Anda. Setelah itu, pilih jenis produk atau jasa yang ingin Anda tawarkan kepada mereka.

3 –  Menyiapkan Produk Dan Jasa Berkualitas

Sampai di sini, Anda sudah berhasil menentukan siapa target market Anda, mengetahui apa kebutuhannya, dan memilih jenis produk atau jasa yang akan dijual.

Langkah berikutnya adalah, mengupayakan agar produk atau jasa yang Anda jual tersebut benar – benar berkualitas.

Jika bisnis Anda adalah menjual produk atau jasa yang sudah ada di pasaran, usahakan agar lebih baik dari kompetitor.

Tujuannya untuk memberikan kepuasan kepada pembeli.

Karena kalau produk atau jasa yang Anda jual berkualitas, para pembeli akan merasa puas dan senang, serta berpotensi menjadi pelanggan setia Anda.

Dan Anda tentunya akan mendapatkan repeat order.

Selain itu, pembeli yang merasa senang tadi bisa saja mempromosikan bisnis Anda kepada orang – orang terdekatnya.

Dengan demikian, Anda sudah berhasil mendapatkan 3 hal penting:

  1. Penjualan
  2. Repeat order
  3. Promosi gratis dari pelanggan Anda

Jadi, perhatikan betul kualitas produk atau jasa yang akan Anda jual.

4 – Memastikan Layanan Optimal

Selain kualitas produk dan jasa, hal penting lainnya yang juga harus diperhatikan adalah pelayanan.

Dalam konteks bisnis online, kualitas pelayanan di sini mencakup layanan pra dan after sales.

Contoh:

  • Seberapa cepat response Anda dalam menjawab pertanyaan calon pembeli.
  • Seberapa cepat response Anda ketika menghadapi complaint dari pembeli.

5 – Membuat Website Bisnis Profesional

Sekarang Anda sudah memiliki produk atau jasa yang siap jual. Langkah berikutnya adalah men – displaynya di “Toko Anda.”

Dalam bisnis online, keberadaan toko bisa digantikan dengan sangat baik oleh website.

Jadi, Anda harus mengalokasikan budget khusus untuk membuat website bisnis yang profesional.

Beberapa dari Anda mungkin ada yang bertanya – tanya:

Mengapa harus memiliki website?

Bukankah saat ini bisa menggunakan media sosial atau marketplace untuk berjualan online? Dan keduanya gratis.

Benar. Anda memang bisa langsung berjualan online di media sosial dan marketplace secara gratis.

Tapi Anda tidak memiliki toko sendiri, sehingga sangat sulit untuk melakukan branding.

Belum lagi, Anda harus selalu patuh pada regulasi media sosial dan marketplace yang sering berubah – ubah.

Apalagi saat ini, baik media sosial ataupun marketplace, selalu menyediakan opsi untuk beriklan, jika Anda ingin mendapatkan hasil yang lebih optimal dari berjualan online.

Ujung – ujungnya, tetap saja tidak gratis bukan?

Jalan tengahnya:

  • Gunakan website sebagai toko utama Anda. Namun tetap gunakan marketplace dan media sosial sebagai toko cabang Anda.
  • Gunakan website untuk melakukan branding pada bisnis Anda. Namun transaksi jual belinya tetap diarahkan ke marketplace.

Cukup masuk akal bukan? Karena sekarang adalah eranya kolaborasi.

Dengan cara ini, Anda (Pemilik website), marketplace, dan media sosial,semuanya sama – sama diuntungkan.

Berapa budget yang dibutuhkan untuk membuat website?

Standardnya, dengan budget Rp 3.500.000 – Rp 6.500.000, Anda sudah bisa memiliki website bisnis yang profesional melalui penyedia jasa pembuatan website.

6 – Mempromosikan Produk

Promosi merupakan bagian krusial dalam kesuksesan suatu bisnis, termasuk bisnis online.

Dengan menggunakan cara promosi yang tepat, suatu bisnis bisa berhasil meraup banyak keuntungan, meskipun kualitas produk dan jasanya standard.

Apalagi jika produk dan jasanya berkualitas, dilengkapi dengan cara promosi yang tepat, hasilnya tentu akan jauh lebih baik.

Secara umum, ada 2 cara promosi yang bisa Anda lakukan:

  1. Cara promosi organik
  2. Cara promosi berbayar (Ads)

Dengan cara promosi organik, Anda bisa mempromosikan produk atau jasa Anda, tanpa harus mengeluarkan uang.

Contoh cara promosi organik:

  • Promosi menggunakan google my business
  • Promosi menggunakan quora Indonesia
  • Promosi menggunakan Search Engine Optimization (SEO)

Sedangkan dengan cara promosi berbayar (Ads), Anda harus mengeluarkan sejumlah budget untuk beriklan.

Contoh cara promosi berbayar (Ads):

  • Facebook dan instagram Ads
  • Influencer marketing

Sekarang, coba lihat kondisi keuangan Anda.

Kalau Anda memiliki budget berlebih untuk promosi, silahkan menggunakan iklan berbayar.

Tapi kalau budget yang Anda miliki terbatas, sebaiknya gunakan cara promosi organik.

Penjelasan lebih detail tentang cara promosi ini sudah pernah kami bahas di artikel yang berjudul cara mempromosikan produk.

Anda bisa meluangkan waktu untuk membaca dan mempelajarinya.

7 – Melakukan Follow Up Agar Terjadi Penjualan

Setelah melakukan promosi, jangan hanya diam menunggu orderan datang. Apalagi kalau bisnis Anda masih baru.

Bisa jadi Anda sudah berhasil mempromosikan bisnis Anda ke target market yang tepat.

Tapi mereka tidak langsung melakukan pembelian karena lupa, atau belum yakin dengan kredibilitas bisnis Anda.

Maka dari itu, mereka butuh diyakinkan.

Caranya?

Lakukan follow – up.

2 hal penting yang perlu diperhatikan ketika melakuka follow – up kepada calon pembeli:

1) Perhatikan Waktu

Sebaiknya di jam normal beraktivitas. Misalnya jam 09.00 WIB – 17.00 WIB. Di luar itu, mayoritas orang biasanya sudah meluangkan waktu bersama keluarga.

2) Gunakan Bahasa Yang Sopan

Tanyakan baik – baik, apakah yang bersangkutan jadi menggunakan produk atau jasa Anda.

Kalau jawabannya “Tidak,” sudahi sampai di situ.

Tapi kalau jawabannya “Masih dipertimbangkan atau nanti akan kami hubungi lagi,” saran kami, tanyakan 2 – 3 kali lagi, dengan jeda 2 – 3 hari.

Misalnya di hari Senin, Rabu, dan Jumat.

Tapi perlu juga diperhatikan. Terkadang, ada calon pembeli yang merasa sungkan untuk mengatakan tidak jadi melakukan pembelian.

Jadi, Anda harus lebih peka, berlapang dada, dan tetap semangat.

8 – Monitoring Dan Evaluasi Kinerja

Untuk bisa sampai di tahap ini, idealnya Anda harus menjalankan bisnis online kurang lebih selama 3 – 6 bulan.

Karena di rentang waktu ini, Anda sudah bisa melihat seperti apa perkembangannya.

Apakah semakin berkembang? Atau justru stagnan dan mengalami penurunan?

Kalau ternyata bisnis Anda semakin berkembang, Anda bisa mempertimbangkan untuk melakukan scale – up atau memperluas skala bisnis Anda.

Bisa dengan membuka cabang baru, atau semakin membesarkan bisnis yang sudah ada.

Tapi jika bisnis Anda justru stagnan, bahkan cenderung mengalami penurunan, sebaiknya segera tutup permanen, dan fokus mencari bisnis yang lebih menjanjikan.

Karena tidak ada yang tahu di percobaan ke berapa Anda akan berhasil.

Di film Batman Begins, ada salah satu quote yang sangat menginspirasi dari Alfred Pennyworth, orang kepercayaannya Bruce Wayne.

Ketika Bruce Wayne dalam keadaan sehancur – hancurnya, Alfred berkata: Why do we fall, sir? So that we can learn to pick ourselves up.

Terjemahannya kurang lebih: Mengapa kita jatuh, Pak? Supaya kita bisa belajar bagaimana caranya untuk bangkit.

Closing Statement

Inilah Cara Memulai Bisnis Online

Pembahasan tentang cara memulai bisnis online ini lebih dikhususkan bagi Anda yang sama sekali belum memiliki produk atau jasa.

Kalau Anda sudah memiliki produk atau jasa untuk dijual, mulailah dari point ke – 3, yakni tentang menyiapkan produk dan jasa berkualitas.

Terakhir, ketika Anda ingin memulai bisnis online, pastikan bukan hanya karena baru saja melihat screenshot ratusan juta dari para pebisnis online sukses.

Karena untuk bisa sampai ke tahap sukses seperti itu, Anda membutuhkan proses yang tidak sebentar.

Jadi kalau Anda sudah mantap memilih jalan sebagai pebisnis online, perjuangkanlah dan nikmati prosesnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top