Cara Riset Keyword Untuk Bisnis Yang menggunakan SEO

Cara Riset Keyword Untuk Website Bisnis

Riset keyword merupakan salah satu tahap krusial yang harus Anda perhatikan, ketika ingin menerapkan teknik SEO di suatu website.

Saking krusialnya, banyak SEO expert (lokal maupun global) yang mengalokasikan waktu khusus untuk melakukan riset keyword.

Alasannya?

Kalau cara riset keywordnya kurang tepat, hasil penerapan SEO nya menjadi kurang optimal.

Sekedar informasi, proses riset keyword biasanya membutuhkan waktu cukup lama. Bisa berhari – hari, bahkan berminggu – minggu.

Tapi berdasarkan pengalaman Saya menghandle berbagai macam project SEO, waktu yang dibutuhkan untuk melakukan riset keyword tergantung pada jenis website yang ingin dioptimasi.

Apakah berupa blog, website bisnis, ecommerce, atau website perusahaan.

Nah, di artikel ini, Saya akan sharing tentang cara riset keyword (langkah – langkahnya) khusus untuk website bisnis.

Cara Riset Keyword Untuk Website Bisnis Dengan 5 Langkah Praktis

Langkah - Langkah Melakukan Riset Keyword Untuk Website Bisnis

Supaya memudahkan Anda dalam memahami, Saya akan melakukan riset keyword untuk bisnis dengan kriteria sebagai berikut:

  • Produk / layanan : Paket Wedding.
  • Cakupan wilayah : Bekasi (lokal).
  • Jenis website : Website Bisnis.

Sekarang mari simak cara riset keyword dengan 5 langkah sebagai berikut ini.

1 – Menentukan Produk Atau Layanan

Langkah pertama adalah menentukan produk atau layanan utama yang ingin Anda tawarkan kepada target market Anda.

Dari kriteria bisnis di atas, bisa dengan mudah diketahui bahwa layanan utamanya adalah paket wedding untuk wilayah Bekasi.

Dengan demikian, keyword utama (transactional) dari bisnis di atas adalah paket wedding Bekasi.

2 – Mengumpulkan Keyword Berdasarkan Search Intent

Search intent (maksud pencarian) adalah sesuatu yang dibutuhkan oleh pengguna mesin pencari, ketika mereka mengetikkan keyword tertentu di kotak pencarian.

Contoh:

Kalau mereka membutuhkan paket wedding di wilayah Bekasi, mereka akan mengetikkan keyword tersebut di kotak pencarian mesin pencari.

Contoh di atas merupakan search intent transactional (jual beli). Dimana pengguna mesin pencari memiliki maksud untuk menggunakan layanan tertentu.

Dalam penerapannya untuk website bisnis, search intent dikelompokkan ke dalam 3 bagian. Antara lain:

1. Transactional: Pengguna mesin pencari ingin membeli suatu produk atau menggunakan layanan tertentu.

Sehingga mereka akan mengetikkan beberapa kata seperti: jual / beli / jasa / produsen / agen / dan sejenisnya.

2. Commercial investigation: Pengguna mesin pencari ingin mengetahui harga, fitur, atau membandingkan antara beberapa produk serta layanan tertentu.

Dengan demikian mereka akan mengetikkan beberapa kata seperti: harga / tarif / review / dan sejenisnya.

3. Informational: Pengguna mesin pencari ingin mendapatkan informasi tentang topik tertentu.

Hal ini akan membuat mereka akan mengetikkan beberapa kata seperti: cara / panduan / tips / tutorial / dan sejenisnya.

Pertanyaannya:

Mengapa harus mengumpulkan keyword berdasarkan search intent? Bukankah kita sudah mendapatkan keyword utama?

Jawabannya:

Keyword utama (transactional) memiliki tingkat persaingan yang lebih tinggi. Sehingga membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk mengoptimasinya.

Maka dari itu, Anda juga harus mengoptimasi keyword commercial investigation dan informational.

Karena berdasarkan pengalaman Saya, ketika Anda berhasil mengoptimasi jenis keyword di atas, keyword utama Anda juga akan ikut teroptimasi.

Berikut ini adalah contoh kumpulan keyword berdasarkan search intentnya.

  • Transactional keyword: Paket Wedding Bekasi.
  • Commercial investigation keyword: Tarif Wedding Organizer.
  • Informational keyword: Tips Memilih Vendor Pernikahan.

3 – Mengetahui Jumlah Pencarian Per Bulan

Langkah berikutnya adalah mengetahui jumlah pencarian per bulan dari semua keyword di atas.

Karena kalau jumlah pencarian per bulannya nol, Anda sebaiknya meninggalkan keyword tersebut.

Ada beberapa tools yang bisa Anda gunakan untuk mengetahui jumlah pencarian per bulan dari suatu keyword. Seperti: ubersuggest, google keyword planner, dan lain – lain.

Di contoh kali ini, Saya menggunakan google keyword planner atau GKP untuk mengetahui jumlah pencarian per bulan dari semua keyword di atas.

Berikut ini adalah hasilnya.

Jumlah Pencarian Per Bulan Bisnis WO di Bekasi via GKP

Dari gambar di atas bisa dilihat bahwa:

Jumlah pencarian per bulan dari keyword paket wedding Bekasi adalah sebanyak 170 per bulan, keyword tips memilih vendor sebanyak 30 per bulan, dan keyword tarif wedding organizer sebanyak 50 per bulan.

Sayarat Dan Ketentuan Cara Riset Keyword Dengan GKP

Untuk bisa menggunakan google keyword planner dan mendapatkan jumlah pencarian per bulan seperti gambar di atas, Anda harus memiliki akun gmail dan menjalankan iklan google.

Jika tidak, Anda memang tetap bisa menggunakan google keyword planner.

Hanya saja, jumlah pencarian per bulan yang ditampilkan tidak berupa angka pasti. Melainkan dalam bentuk range (kisaran). Seperti 0 – 100 per bulan.

Alternatif Cara Riset Keyword Selain Menggunakan GKP

Selain GKP, Anda juga bisa menggunakan tool lainnya seperti ubersuggest.

Tapi sayangnya, versi gratis dari tool ini hanya mengizinkan Anda untuk memasukkan maksimal 3 keyword per hari.

Jika mau lebih dari itu, Anda harus melakukan upgrade ke versi premium.

4 – Mengetahui Tingkat Persaingan

Setelah Anda mengetahui jumlah pencarian per bulan dari suatu keyword, langkah berikutnya adalah mengetahui tingkat persaingan keyword tersebut.

Apakah rendah, menengah, atau sulit.

Di contoh kali ini, Saya menggunakan keyword difficulty checker ahrefs untuk mengetahui tingkat persaingan dari keyword paket wedding Bekasi.

Berikut ini adalah hasilnya.

Tingkat Persaingan Keyword Berdasarkan Ahrefs

Dari gambar di atas bisa dilihat bahwa:

Keyword paket wedding Bekasi memiliki tingkat persaingan easy atau rendah. Menurut ahrefs, Anda cukup membutuhkan sedikit backlink jika ingin mengoptimasi keyword ini.

Dengan mengikuti contoh di atas, Anda bisa memasukkan keyword lainnya untuk mengetahui tingkat persaingannya.

Saran Saya, kalau Anda masih pemula, Anda sebaiknya lebih mengutamakan keyword dengan tingkat persaingan rendah seperti contoh di atas.

5 – Membuat Content Brief

Langkah berikutnya sekaligus yang terakhir adalah, membuat content brief untuk semua keyword yang sudah Anda kumpulkan.

Anda harus menentukan Judul, Long Tail Keyword (jika ada), Latent Semantic Indexing (LSI), dan hal penting lainnya untuk menghasilkan content berkualitas yang SEO dan human friendly.

Jika Anda menggunakan jasa penulis artikel, Anda bisa memberikan content brief ini kepada mereka.

Dan kalaupun Anda ingin menulis content secara mandiri, Anda bisa menggunakan content brief ini sebagai panduan dasar menulis content.

Closing Statement

Tujuan utama dari melakukan riset keyword adalah, mempermudah Anda untuk menghasilkan content berkualitas yang SEO dan human friendly.

Di artikel tentang cara riset keyword ini, Saya hanya memberikan contoh 1 keyword untuk 1 search intent.

Tugas Anda adalah mendapatkan lebih banyak keyword untuk setiap search intent.

Di tahap awal, menurut Saya Anda paling tidak harus mengumpulkan keyword dengan rincian sebagai berikut:

  • 1 – 2 Keyword Transactional.
  • 4 – 6 Keyword Commercial Investigation.
  • 25 – 30 Keyword Informational.

Catatan penting:

Pastikan bahwa semua keyword yang Anda hasilkan melalui search intent di atas, memang relevan terhadap bisnis Anda.

Setelah itu, cari tahu jumlah pencarian per bulan dan tingkat persaingannya, kemudian buat content briefnya sedetail mungkin.


Anda sudah mempelajari 3 dari 9 materi panduan belajar SEO gratis dan praktis untuk pemula.

2 thoughts on “Cara Riset Keyword Untuk Bisnis Yang menggunakan SEO”

  1. Terima kasih mas atas informasinya. Oh iya, kalau nilai PA dan DA rata-rata diatas 30, tapi ada 1 web dengan nilai PA dan DA nya dibawah 20 apa ini termasuk low persaingan?

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top