Menentukan Target Market

Ada satu quote milik Seth Godin (Businessman asal US) yang sangat melekat di benak Saya. Kira-kira bunyinya seperti ini:

Ketimbang Anda sibuk memasarkan produk ke konsumen, sebaiknya fokus mencari produk apa yang dibutuhkan oleh konsumen.

Quote ini memang tidak berlaku untuk semua bisnis. Karena lebih dikhususkan bagi bisnis skala menengah – kecil yang budgetnya terbatas.

Lantas apa hubungannya dengan artikel ini?

Menurut Saya, quote Seth Godin di atas cukup relevan bagi Anda yang ingin menentukan target market untuk bisnis online. Dengan catatan Anda belum memiliki produk yang ingin dijual.

Artikel yang sedang Anda baca ini menjabarkan tentang langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengetahui target market suatu bisnis.

Langsung saja simak penjelasan berikut ini.

4 Langkah Menentukan Target Market

#1. Pastikan Anda Sudah Punya Ide Bisnis

Tidak masalah kalau Anda belum punya produk untuk dijual. Tapi paling tidak Anda sudah tahu ingin berbisnis di bidang apa. Contohnya fashion.

Tujuannya untuk mempermudah Anda dalam mencari produk yang potensial dan profitable secara data.

Kalau belum punya ide bisnis, Anda bisa mencarinya di google trend atau media sosial. Dengan melakukan eksplorasi di dua channel ini saja sebenarnya sudah lebih dari cukup.

Sampai di sini Saya anggap Anda sudah punya 1 atau beberapa produk untuk divalidasi sebelum dijual.

#2. Cari Tahu Jumlah Peminat Produk Anda di Google

Kalau Anda ingin membidik pengguna google sebagai calon pembeli, Anda bisa mencari tahu terlebih dahulu tentang produk yang laris di google.

Caranya:

Kunjungi link berikut ini: https://neilpatel.com/ubersuggest/. Lalu ketikkan kata kunci yang berhubungan dengan produk Anda.

Tujuannya untuk mencari tahu jumlah peminat dari produk tersebut.

Jual Gamis Pria

Perhatikan gambar di atas.

Kata kunci “Jual gamis pria” dicari sebanyak 210 kali dalam waktu 1 bulan. Ini berarti bahwa produk gamis pria dicari sebanyak kurang lebih 210 kali di google, dalam waktu 1 bulan.

#3. Buat Website Dan Integrasikan Dengan Google Analytics

Langkah berikutnya adalah membuat website sendiri.

Meskipun saat ini banyak orang yang sukses berjualan online dengan berjualan di marketplace, Saya tetap merekomendasikan Anda untuk punya website sendiri.

Salah satu alasannya, website inilah yang nantinya akan Anda promosikan. Baik itu menggunakan iklan berbayar seperti google ads dan facebook ads, atau cara organik seperti optimasi mesin pencari google.

Kalau nanti Anda sudah punya website sendiri, Anda bisa “Membuka cabang” di marketplace.

Berikutnya setelah berhasil membuat website, segera integrasikan website Anda dengan google analytics, sebuah tools gratis dari google.

Dengan tools ini Anda bisa mengetahui jumlah kunjungan ke website Anda, berapa lama mereka berada di website Anda, halaman website mana yang sering mereka buka, dan berbagai data penting lainnya.

#4. Lihat Demografi Pengunjung di Google Analytics

Poin ke-4 ini adalah inti dari artikel ini. Karena di bagian ini Anda bisa melihat demografi pengunjung website Anda. Khususnya rentang usia dan jenis kelamin.

Demografi Google Analytics

Gambar via https://www.practicalecommerce.com

Data inilah yang nantinya Anda gunakan sebagai acuan target market Anda.

Dan nantinya ketika website Anda sudah mulai berumur (6 – 12 Bulan), Anda bisa melihat lebih detail tentang data demografi tersebut.

Inti Dari Menentukan Target Market

Anda sebaiknya sudah punya gambaran umum tentang siapa target market yang ingin Anda bidik.

Minimal gambarannya umum seperti: usia, jenis kelamin, pekerjaan, hobi, hingga pendidikan. Semakin detail akan semakin baik.

Karena kalau Anda sama sekali belum tahu siapa target market Anda, niat Anda untuk berbisnis layak dipertanyakan.

Setelah tahu siapa target market Anda, minimal gambaran umumnya, barulah lakukan validasi dengan menerapkan tips yang ada di artikel ini.

Sekian, semoga bermanfaat.