Di ranah digital marketing, istilah website responsive merujuk kepada website yang tetap terlihat baik meskipun diakses dari berbagai perangkat berbeda.

Jadi kalau ada pengguna yang mengakses website ini melalui desktop, smartphone, tablet, dan perangkat lainnya, tampilannya akan menyesuaikan dengan lebar layar.

Apa keuntungan memiliki website yang responsive?

Begini.

Pengguna internet di Indonesia dan bahkan di seluruh dunia (Saat ini) tidak hanya menggunakan desktop ketika mengakses informasi di internet.

Banyak dari mereka yang juga menggunakan smartphone, tablet, dan gadget lainnya ketika berselancar di dunia maya.

Jadi kalau Anda memiliki website seperti ini, orang-orang akan tetap merasa nyaman ketika berkunjung ke website Anda.

Dan ini akan berdampak pada jumlah kunjungan.

Sedangkan kunjungan adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi terjadinya penjualan.

Cukup make sense kan?

Bagaimana Cara Membuat Website Yang Responsive?

Berikutnya kita masuk ke bagian bagaimana membuat website yang sudah teruji responsivitasnya.

Kalau Anda pengguna wordpress self hosted, kunci utama membuat website yang responsive terletak pada pemilihan themes website.

Kabar baiknya, saat ini hampir semua themes yang terdaftar di wordpress sudah responsive.

Jadi Anda tinggal pilih sesuai kebutuhan dan keinginan.

Tolok Ukur Responsivitas Suatu Website

Setelah membuat website yang Anda yakin sudah responsive, langkah berikutnya adalah melakukan validasi.

Intinya kita ingin melihat dan mengidentifikasi apakah benar kalau website yang kita buat tersebut sudah responsive.

Caranya dengan menggunakan alat bantu atau tools.

Hingga saat ini ada 3 tools yang selalu Saya gunakan untuk mengidentifikasi responsivitas suatu website.

Ini penjelasan singkatnya.

1) Mobile Friendly Test

Ini adalah tools resmi milik google. Tujuannya untuk mengetahui apakah tampilan suatu website sudah disesuaikan dengan tampilan mobile.

Semua website yang Saya kelola selalu diuji dengan menggunakan tools ini.

Cara uji website: Klik → mobile friendly test, masukkan URL website, dan lihat hasilnya.

2) Responsinator

Berikutnya ada responsinator.

Kalau tools berikut ini adalah milik pihak ke-3. Bukan milik google.

Dengan tools ini Anda bisa melihat tampilan website di berbagai perangkat. Khususnya perangkat smartphone dan tablet dengan berbagai ukuran layar.

Kurang lebih ada 10 layar dengan ukuran berbeda yang akan ditampilkan oleh tools ini.

Cara uji website: Klik → responsinator, masukkan URL website, dan lihat hasilnya.

3) Am I Responsive Design

Terakhir ada am i responsive.

Hampir sama dengan responsinator, tools ini juga merupakan tools pihak ke-3 yang bisa melihat tampilan website di berbagai perangkat.

Bedanya dengan responsinator, am i responsive design hanya menampilkan 4 jenis perangkat saja. Yakni desktop PC, notebook, tablet, dan smartphone.

Cara uji website: Klik → am i responsive design, masukkan URL website dan lihat hasilnya.

***

Semoga bermanfaat.